Progam Makan Bergizi Gratis di Kampar Utara Dikeluhkan Warga?

Ket Foto : Ilustrasi/Nett

Kampar, (potretperistiwa.com) -
Masyarakat Desa Sawah Kecamatan Kampar Utara Kabupaten Kampar - Riau mengeluhkan program Makan Bergizi Gratis yang baru berjalan beberapa waktu lalu.


Pasalnya, penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) khususnya Balita, Ibu Hamil dan Menyusui tepatnya di Dusun Sangkar Puyuh Desa Sawah Kecamatan Kampar Utara harus mengambil atau menjemput makanan tersebut kerumah salah satu kader Posyandu.

Selain itu Program Makan Bergizi Gratis juga diduga asal-asalan, dimana makanan yang seharusnya dibagi setiap hari justru di bagi 1 kali untuk dua hari.

” Kemarin kami dikasih 2 telur dan 1 jeruk dan 1 pisang serta 1 sachet susu kambing untuk dua hari " Ujar salah satu warga yang enggan namanya disebutkan Media ini pada Kamis (28/8/2025).

Selain itu kata warga, makanan Bergizi Gratis juga harus kami jemput ke rumah salah satu Kader Posyandu berinisial RZ, ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Warga lain, menurutnya program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Kampar Utara dinilai belum siap atau belum memenuhi standar kerja.

” Hari pertama saja untuk Sekolah Dasar Negeri di Desa Sawah makanan baru diantar sekitar pukul 16.00 WIB sore, katanya makan siang, kalau sudah Ashar bukan makan siang tapi makan sore ” ujar warga.

Untuk itu kata Warga, ini memang program makan bergizi gratis untuk masyarakat, tapi bukan gratis buat penyedia, program ini ada dana yang pantastis yang diperuntukan oleh Negara, harusnya pihak penyedia lebih siap dan bukan ajang untuk bisnis saja, program Pak Parbowo ini harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Kalau penyedia tak siap kita minta pemerintah untuk evaluasi saja, ganti saja pihak penyedianya, kata warga.

Ditempat terpisah salah satu Warga Desa Sungai Jalau berinisial SP, justru memberikan pernyataan berbeda. Menurut dia Khusus untuk Balita, Ibu Hamil dan menyusui di Desa Sungai Jalau, Makan Bergizi Gratis kami antar kerumah masing-masing penerima, dan Penyedia memberikan upah untuk mengantarkan makanan.

" Kalau ditempat kami (Red- Desa Sungai Jalau) makakan langsung diantar kerumah warga, jadi penerima menunggu dirumah saja," Ucapnya.

Sementara itu sampai berita ini diterbitkan Redaksi pihak-pihak terkait yang disebutkan dalam pemberitaan belum dapat dikonfirmasi.****

Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama