GfWiGSM5TUW7GUdiTUG5GpClTY==

JSON Variables

Light Dark
Misteri Teror Tembilahan Berakhir di Perangkap Besi, Tapi Mungkinkah Ada "Pemangsa" Lain yang Masih Mengintai?

Misteri Teror Tembilahan Berakhir di Perangkap Besi, Tapi Mungkinkah Ada "Pemangsa" Lain yang Masih Mengintai?

Daftar Isi
×


Tembilahan, (potretperistiwa.com)  Rasa mencekam yang menggelayuti warga Tembilahan selama dua pekan terakhir akhirnya mendapati titik terang. Sosok pemuat teror bertaring panjang yang diduga telah menyerang dan melukai belasan warga berdarah-darah kini tak lagi bisa bergerak bebas. Pada Kamis (6/8/2026) siang, operasi senyap tim gabungan mengakhiri perburuan menegangkan di Jalan Tampomas.


Namun, di balik kelegaan atas penangkapan tersebut, muncul pertanyaan besar di tengah masyarakat, apakah makhluk ini satu-satunya pelaku, ataukah masih ada bayangan predator lain yang mengintai dari kegelapan?


Bukan sekadar satwa biasa, sosok yang berhasil masuk ke dalam kerangkeng besi tersebut memiliki postur yang tergolong tak lazim dan mengerikan. Dengan tinggi mendekati satu meter, panjang membentang hingga dua meter, serta taring panjang yang tajam, wujudnya cukup untuk menjelaskan mengapa belasan warga dibuat tak berdaya dalam dua minggu terakhir.


Perburuan intensif yang melibatkan tim gabungan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Indragiri Hilir, TNI, Polri, BPBD, hingga masyarakat lokal ini memuncak setelah pengintaian tajam di titik-titik rawan.


Siasat dirancang. Tim memasang perangkap besi di area rimbun semak-semak di bawah pohon, tepat di bagian belakang sebuah rumah kosong di Jalan Tampomas—lokasi persis di mana insiden penyerangan brutal terhadap warga pernah terjadi sebelumnya. Umpan beraroma menyengat dari buah cempedak dan pisang disebar untuk memancing perhatian sang satwa.


Dugaan tim tepat. Sekitar pukul 08.00 WIB, dentang besi terdengar mengunci. Makhluk ganas itu akhirnya masuk ke dalam perangkap.


"Setelah kurang lebih dua pekan kita berkoordinasi dan melakukan pengamatan di lapangan akibat banyaknya warga yang menjadi korban, hari ini tim gabungan berhasil mengamankan satu ekor monyet berukuran besar," ungkap Kepala Dinas Damkarmat Inhil, Junaidi Ismail, saat berada di lokasi penangkapan.


Kabar tertangkapnya makhluk pembuat teror ini dengan cepat menyulut kehebohan. Ratusan warga berbondong-bondong menyemut di lokasi kejadian, berdesak-desakan hanya untuk melihat secara langsung sosok bertaring yang selama ini membayangi hari-hari mereka dengan ketakutan.


Saat ini, satwa berukuran besar tersebut telah dievakuasi dan diamankan di Kantor Damkarmat Kabupaten Indragiri Hilir. Meski demikian, kepolisian belum berani menyimpulkan bahwa ancaman telah sepenuhnya lenyap.


Wakapolres Indragiri Hilir, Kompol Maiterika, S.H., menegaskan bahwa pihak kepolisian bersama instansi terkait masih akan terus melakukan pemantauan ketat di lapangan guna memastikan keamanan total.


"Untuk saat ini, satwa yang kita amankan masih kita duga kuat sebagai hewan yang sama yang selama ini meneror warga. Namun demikian, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, khususnya untuk beberapa hari ke depan," tegas Kompol Maiterika.


Imbauan tersebut disertai peringatan agar warga tetap mengunci rapat akses keluar-masuk rumah, terutama pintu belakang, serta menjaga kebersihan lingkungan dari sisa makanan yang berpotensi memancing kedatangan satwa liar lainnya.


Aparat gabungan masih bersiaga di lokasi untuk mengurai kerumunan massa sekaligus mengantisipasi potensi kemunculan ancaman susulan. Di tengah rasa lega yang mulai mengalir, warga Tembilahan kini hanya bisa berharap bahwa teror ini benar-benar telah usai di dalam kerangkeng besi tersebut.***(MCR). 

0Komentar

Special Ads
Special Ads
Special Ads