Dayung Serentak Menjaga Marwah, Srigala Muda Ukir Sejarah dalam Gemuruh Perayaan HUT Kampar ke-76


Kampar, (potretperistiwa.com) 
Tepian Sungai Dohe di Dusun Kampung Godang, Desa Pulau Lawas, menjadi saksi bisu sebuah pertarungan harga diri dan kekuatan fisik. Di bawah sorotan matahari dan riuh rendah dukungan ribuan masyarakat, tim Srigala Muda dari Kecamatan Siak Hulu akhirnya mengukuhkan diri sebagai penguasa lintasan air dalam ajang Pacu Sampan Sampan Hit Kampar 2026, Ahad (5/4/2026).


Kemenangan ini bukan sekadar soal adu cepat, melainkan pembuktian ketangguhan mental para pendayung dalam menjaga tradisi turun-temurun masyarakat Kampar.


Simbol Persatuan di Garis Finish

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kampar, Ardi Mardiansyah, yang hadir menutup secara resmi perhelatan tersebut, tampak terpukau dengan ritme dayung yang harmonis dari para peserta. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa ajang ini adalah cermin dari semangat gotong-royong.


”Pada kesempatan ini kita tidak hanya menyaksikan ajang pacu sampan, namun yang paling penting adalah nilai kebersamaan dan kekompakan para pendayung untuk sampai di garis finish,” tegas Ardi dengan nada penuh bangga. 


Beliau juga memberikan pesan menyentuh bagi seluruh atlet yang berlaga, agar hasil hari ini menjadi batu loncatan untuk prestasi yang lebih besar di masa depan.



Dominasi Siak Hulu: Hasil Akhir Perlombaan

Persaingan ketat terjadi sejak babak penyisihan, namun dominasi tim-tim dari Kecamatan Siak Hulu tak tergoyahkan hingga partai final. Berikut adalah catatan sejarah baru di HUT Kampar ke-76:

  • Juara I: Srigala Muda (Kec. Siak Hulu) – Waktu: 1 Menit 39 Detik

  • Juara II: CV Mikaila (Kec. Siak Hulu) – Waktu: 1 Menit 42 Detik

  • Juara III: Naga Laut (Kec. Kampa) – Waktu: 1 Menit 44 Detik

  • Harapan I: BCS (Kec. Siak Hulu)

  • Harapan II: Naga Laut B (Kec. Kampa)

  • Harapan III: Kago (Kec. Bangkinang)


Harapan untuk Masa Depan Tradisi

Menutup rangkaian acara, Pj Sekda Ardi Mardiansyah memberikan apresiasi tinggi kepada panitia pelaksana dan masyarakat Desa Pulau Lawas yang telah menjadi tuan rumah yang luar biasa. Ia berharap event ini menjadi agenda tahunan yang jauh lebih megah ke depannya.



“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung. Kita berharap tahun depan kegiatan ini dapat terlaksana lebih sukses lagi, sebagai bentuk pelestarian budaya yang sarat akan nilai sportivitas,” pungkasnya.


Perhelatan Pacu Sampan ini resmi berakhir, namun semangat kebersamaan yang ditinggalkan di Sungai Dohe akan terus mengalir, sejalan dengan visi Kabupaten Kampar yang semakin maju di usianya yang ke-76.***(Adv/Asril). 

Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama