Menjaga Marwah Tradisi, Latihan Dikiu Gubano Desa Pulau Gadang Kembali Bergeliat


Kampar, (potretperistiwa.com) –
Semangat pelestarian budaya tradisional kembali bergelora di Desa Pulau Gadang. Setelah sempat vakum selama hampir satu bulan, Tim Dikiu Gubano Desa Pulau Gadang secara resmi memulai kembali aktivitas latihan rutin mereka. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen kolektif dalam menjaga aset budaya lokal agar tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan di tengah arus modernisasi.


Kembalinya denyut aktivitas seni ini merupakan hasil sinergi antara tim Dikiu Gubano di bawah binaan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran dan Adat (LP2A) Desa Pulau Gadang, yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa setempat.



Dukungan Penuh dari Pucuk Adat

Latihan perdana pasca jeda tersebut digelar di kediaman Kepala Desa Pulau Gadang, Syofian, SH., MH., Dt. Majosati. Kehadiran sosok pemimpin yang juga merupakan tokoh adat ini memberikan suntikan moral dan semangat baru bagi para pegiat seni tradisional tersebut.


"Pelestarian budaya bukan sekadar tugas satu kelompok, melainkan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga identitas masyarakat. Kami di Pemerintah Desa akan terus mendukung penuh agar kesenian Dikiu Gubano ini tetap eksis," ujar Syofian di sela-sela kegiatan.


Regenerasi: Memadukan Pengalaman dan Semangat Muda

Salah satu hal menarik dari geliat baru tim ini adalah komposisi keanggotaannya. Saat ini, tim Dikiu Gubano beranggotakan 12 orang dengan pembagian yang sangat strategis: 6 anggota senior dan 6 anggota baru.


Perpaduan ini bukan tanpa alasan. Kehadiran para senior bertujuan untuk menjaga kualitas, teknik, dan keaslian seni Dikiu Gubano agar tetap terjaga sesuai pakemnya. Sementara itu, keterlibatan enam anggota baru menjadi langkah regenerasi krusial agar tongkat estafet kebudayaan ini terus berlanjut ke generasi muda.



Konsistensi Menuju Masa Depan

Dalam pertemuan tersebut, tim telah menyepakati komitmen baru untuk melaksanakan latihan rutin satu kali dalam seminggu. Jadwal tetap ini dipandang sebagai kunci utama dalam menjaga konsistensi, mengasah kemampuan teknis, serta mempererat tali silaturahmi dan kekompakan antar anggota.


Suasana latihan yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme mencerminkan optimisme tinggi. Dikiu Gubano bukan hanya sekadar seni musik tradisional bagi masyarakat Pulau Gadang, melainkan simbol kebanggaan yang diharapkan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk tetap mencintai akar budaya sendiri.***(Adv/Asril)

Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama