Lapas Pasir Pangarayan Hadiri Penganugerahan Gelar Adat LAMR Rokan Hulu, Wujud Dukungan terhadap Pelestarian Budaya Melayu
Rohul, (Potretperistiwa.com) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan menghadiri kegiatan Penganugerahan Gelar Adat yang diselenggarakan oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Rokan Hulu pada Rabu (7/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Lapas Pasir Pangarayan diwakili oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), Andi Rahman.
Penganugerahan gelar adat tersebut merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi kepada para pemimpin daerah atas dedikasi serta pengabdiannya dalam membangun Kabupaten Rokan Hulu dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Melayu. Gelar adat diberikan kepada Bupati Rokan Hulu, Wakil Bupati Rokan Hulu, Ketua DPRD Kabupaten Rokan Hulu, serta unsur pimpinan DPRD Kabupaten Rokan Hulu.
Kehadiran Lapas Pasir Pangarayan dalam kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi dan dukungan terhadap upaya pelestarian adat dan budaya Melayu sebagai bagian dari identitas daerah. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara instansi pemerintah dengan lembaga adat dalam membangun keharmonisan di tengah masyarakat.
Mewakili Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, Kasi Binadik dan Giatja Andi Rahman menyampaikan bahwa nilai-nilai adat dan budaya memiliki peran penting dalam membangun karakter bangsa, termasuk menjadi bagian dari semangat pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
"Kami mengucapkan selamat kepada para penerima gelar adat. Semoga amanah yang diberikan menjadi motivasi untuk terus mengabdi kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Melayu. Lapas Pasir Pangarayan siap mendukung setiap upaya pelestarian budaya sebagai bagian dari penguatan karakter dan kebersamaan di Kabupaten Rokan Hulu," ujar Andi Rahman mewakili Kalapas Efendi P. Purba.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan berharap sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjalin guna mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai budaya, persatuan, dan kearifan lokal.****(HRY)

Posting Komentar