Pembanguan Proyek Bronjong Di Jalan Terusan Pulau Pasaran Diduga Menuai Masalah


 

Bandar Lampung, (potretperistiwa.com) - Keberadaan proyek Bronjong yang ada di Jl Teluk Bone 1 terusan jalan Pulau Pasaran Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Timur (TBT) Kota Bandar Lampung yang di ketahui milik Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung di duga menuai masalah.


Pasalnya berdasarkan hasil investigasi Wartawan di lokasi proyek Bronjong tepatnya tidak jauh dari kantor Kelurahan Kota Karang, Kecamatan TBT Kota Bandar Lampung yang saat ini masih di kerjakan oleh pihak rekanan ini diduga tidak adanya transparansi terkait anggaran yang di gunakan oleh pihak rekanan yang mengerjakan proyek ini.Terbukti tidak adanya papan plang proyek yang di pasang, padahal sudah jelas dalam aturan bahwa plang papan nama proyek wajib di pasang oleh pihak rekanan.


Selain itu juga masalah penggunaan material berupa batu untuk Bronjong tersebut di duga menggunakan batu belah yang tidak sesuai spesifikasi dalam pembangunan bronjong ini.


Dengan adanya masalah ini tentunya tidak luput protes  dari salah satu warga setempat lataran dirinya menilai keberadaan proyek ini dianggap sebagai proyek "siluman" ,dikarenakan plang papan nama proyek tidak ada padahal sudah jelas fungsi plang papan ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat terutama warga di wilayah ini.


"Bagaimana tidak saya bilang proyek siluman karena tidak ada plang papan nama proyeknya kalau ada tentunya warga disini bisa mengetahui proyek dari mana dan anggaranya berapa ,"kata salah satu warga  yang mewanti -wanti namanya tidak di publikasi kepada Wartawan pada Sabtu (16/10/2021) lalu.


Selain itu juga dirinya sangat menyesalkan ulah dari kontraktor dalam pembangunan ini lataran pengunaan batu material yang dinilai kurang bagus atau tidak sesuai dengan peruntukan Bronjong ini.


"Lihat saja pecahan batu lapis yang di pasang disini apa cobak kekuatan batu ini, soalnya proyek yang di bangun disini gunanya untuk menanggulangi adanya pengikisan air ,tapi kalau begini percuma hanya menghambur-hamburkan anggaran  ,"ucapnya.


Lebih lanjut ia  juga menjelaskan bahwa dalam pemasangan bronjong ini tidak dilakukan penggalian terlebih dahulu dilakukan pendalam pemasangan bronjong ini karena lahan yang dipasang Bronjong ini tanahnya lumpur yang dalam.


"Kemarin saya sempat lihat ada alat berat yang coba melakukan penggalian  tapi kecebur dalam air ,sehingga tidak lagi dilakukan penggalian ,"jelasnya.  


"Nah, Dengan demikian tentunya pihak Dinas PU Kota harus turun untuk memberikan pengawasan jangan sampai anggaran proyek ini di salah gunakan oleh oknum kontraktor ini,"harapnya.


Sementara saat di hubungi kepada pihak pengawas lapangan yang di ketahui bernama Omeng untuk menanyakan perihal ini melalui sambungan Whatsapp nya di  0821-8496-5xxx , Omeng terkesan selalu menghindar dengan selalu beralasan.


"Maaf saya lagi dikantor tidak di lokasi ada orang saya di lapangan ,"jawabnya melalui Whatsapp nya beberapa hari lalu.


Saat kembali wartawan  ini mengkonfirmasi pada Minggu (17/10/2021) lagi-lagi dirinya beralasan sedang ada acara keluarga.


"Maaf Minggu libur sedang bersama kelurga ,"singkatnya.


Sampai berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi dari pihak Dinas PU Kota Bandar Lampung.**** (Lilis).

Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama