Warga Keluhkan Ambulance Desa Penyasawan, Warga Sakit Ambulance Tak Bisa Digunakan ?


Kampar, (potretperistiwa.com) - Meski Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar komit memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan memberikan bantuan ambulance kepada setiap Desa. Dimana hal tersebut diharapkan agar dapat membantu masyarakat sebagai alat transportasi, sehingga jika ada masyarakat yang sakit, maka masyarakat akan mudah pergi ke rumah sakit.


Namun hal tersebut diduga tidak dirasakan oleh Warga Desa Penyasawan Kecamatan Kampar. Jon Herman yang akrab disapa mengeluhkan terkait SOP penggunaan mobil ambulance milik Desa Penyasawan Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar - Riau.


Jon Herman menceritakan, ketika hendak mengantarkan  Istrinya merujuk ke salah  rumah sakit umum Daerah Bangkinang, dalam keadaan darurat ia tak dapat pelayanan menggunakan Ambulance.


Pasalnya, Kepala Desa dan Supir Ambulance tak bisa dihubungi dan keberadaan Ambulance tidak diketahui.


” Sebelumnya saya sudah menghubungi Sekdes dan dia menyuruh Menghubungi Kepala Desa dan Supir Ambulance namun baik kades dan supir tidak mengangkat Telpon ” ujar Jon Herman pada Rabu 12/4/2023).


Masih katanya, karena sudah beberapa kali saya hubungi dan keberadaan ambulance juga tak diketahui akhirnya saya menelpon ambulance Desa tetangga. Alhamdulillah pelayanan Ambulance Desa tetangga lebih bagus padahal kita bukan warga dia, tutur pria yang berprofesi sebagai aktifis tersebut.


Jon Herman mengungkap, bahwa dalam waktu dekat hal ini akan saya sampaikan ke Bupati bahkan jika perlu saya surati resmi.


” Ini menyangkut nyawa, untuk apa Ambulance Desa jika hanya dijadikan kepentingan Pribadi Kades saja. Warga yang sakit tidak mendapatkan akses dan pelayanan ambulance, contoh saya sendiri, hal ini harus di ketahui Bupati Kampar karena fungsi Ambulance tak sesuai dengan semestinya” ungkapnya.


Dia mengatakan, kepada saya saja yang selaku sosial kontrol Pemdes Penyasawan masih berani tidak melayani bagaimana dengan warga yang tidak tahu apa - apa. Ambulance milik masyarakat dibeli dari uang rakyat jadi layani warga dengan baik. 


” Pak Bupati harus mengevaluasi tugas Kades Penyasawan karena sudah tak becus ” cetus Ijon.


Sementara itu Kepala Desa Penyasawan Gery Ari Yondri, SIP , sampai berita ini diterbitkan Redaksi belum dapat dikonfirmasi.***(Zul).

Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama