Kampar, (potretperistiwa.com) – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid At-Toyyibah, Dusun Kapur, Desa Sendayan, pada pelaksanaan salat Jumat siang ini. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Cahaya Ravaiel yang bertindak sebagai khatib menyampaikan pesan mendalam mengenai persiapan umat Islam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Dalam khutbahnya, Ustadz Cahaya menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum besar untuk melakukan transformasi spiritual secara total.
Beliau mengingatkan agar umat Islam tetap teguh pada tuntunan syariat dalam menyambut bulan puasa. "Jangan sampai kita terjebak dalam euforia yang justru meniru kebiasaan atau tradisi umat lain yang tidak memiliki landasan dalam agama kita," tegasnya.
Sebelum memasuki bulan yang suci, Jamaah diajak untuk bersimpuh memohon ampun kepada Allah SWT. Membersihkan diri dari dosa dianggap sebagai syarat utama agar keberkahan Ramadhan dapat terserap maksimal ke dalam jiwa.
Selain hubungan vertikal dengan Sang Pencipta, Ustadz Cahaya juga menitikberatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Meminta maaf dan menyambung silaturahmi adalah langkah konkret untuk melapangkan hati sebelum berpuasa.
"Ramadhan adalah tamu agung. Bagaimana mungkin kita menyambut tamu yang suci jika hati kita masih kotor oleh dendam kepada sesama dan jauh dari ampunan Allah," ujar Ustadz Cahaya Ravaiel di atas mimbar.
Penyampaian khutbah yang lugas namun menyentuh hati tersebut diharapkan mampu membekali warga Dusun Kapur dalam menyongsong bulan suci dengan persiapan yang lebih matang.
Melalui momentum Jumat ini, Masjid At-Toyyibah kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat penguatan akhlak dan persaudaraan bagi masyarakat Desa Sendayan.****(Riel)

Posting Komentar