Misteri Pesan Terakhir Kakek di Rumbio Jaya Sebelum Ditemukan Tewas Tergantung



Kampar, (potretperistiwa.com) – Kematian tragis BA (68), warga Desa Pulau Payung, Kabupaten Kampar, menyisakan duka mendalam sekaligus fakta memilukan. Sebelum ditemukan tak bernyawa di kamarnya pada Jumat pagi (3/4/2026), sang kakek ternyata sempat melontarkan pesan terakhir yang menjadi pertanda bagi keluarganya.

Kapolsek Kampar, AKP Asdisyah Mursyid, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban belakangan ini sering mengeluhkan kondisi kesehatannya yang tak kunjung membaik. Keluhan itulah yang diduga kuat menjadi pemicu korban nekat mengambil keputusan pendek.

”Awalnya korban pada waktu terakhir sering mengeluh sakit. Bahkan, ia pernah berkata secara langsung kepada keluarga bahwa ia ingin mengakhiri hidupnya,” ungkap AKP Asdisyah.

Pesan bernada keputusasaan tersebut akhirnya menjadi kenyataan pahit bagi YE (38), anak kandung korban. Niat hati ingin masuk ke kamar untuk memberikan perawatan rutin pagi hari, yakni mengambil wadah urine korban, YE justru dihadapkan pada pemandangan yang menghancurkan hatinya.

BA ditemukan sudah tergantung menggunakan seutas tali nilon putih. Meski sempat syok dan ragu, YE segera memanggil suaminya dan warga sekitar untuk memastikan keadaan sang ayah, namun takdir berkata lain; BA sudah mengembuskan napas terakhirnya.

Pihak Kepolisian dari Polsek Kampar yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP. Berdasarkan pemeriksaan fisik luar, misteri kematian BA murni disebabkan oleh tindakan bunuh diri.

Dari hasil identifikasi polisi Korban mengenakan kemeja lengan panjang dan sarung dengan fisik: Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan, hanya bekas jeratan tali pada leher.

Kini, "pesan terakhir" sang kakek telah menjadi pengingat bagi keluarga. Mereka memutuskan untuk tidak melakukan otopsi dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan. Jenazah BA kini telah diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Pulau Payung untuk proses pemakaman secara layak.****(RL). 

Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama