Warga Bangkinang dan Air Tiris Menjerit, Kelangkaan BBM Picu Antrean Mengular di SPBU


Kampar, (potretperistiwa.com) –
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai dirasakan warga di wilayah Bangkinang Kota hingga Kecamatan Kampar (Air Tiris), Kabupaten Kampar. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sepanjang jalur lintas tersebut mengalami kekosongan stok, yang memicu antrean kendaraan hingga meluber ke badan jalan.


Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (30/4/2026), antrean panjang terlihat di SPBU Bangkinang dan beberapa titik di SPBU Air Tiris sejak pagi buta. Kendaraan roda dua maupun roda empat harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM jenis Pertalite maupun Biosolar. Bahkan di SPBU Air Tiris BBM Jenis Pertalite justru kosong. 


Banyak warga yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar, bahkan setelah mendatangi lebih dari satu SPBU. Kelangkaan ini berdampak langsung pada mobilitas masyarakat, terutama para pekerja dan pedagang pasar yang bergantung pada kendaraan bermotor.


Di SPBU Air Tiris, antrean kendaraan roda empat dilaporkan memanjang hingga Puluhan meter, menyebabkan arus lalu lintas di jalan lintas sedikit tersendat.


Begitu pasokan tiba, stok BBM seringkali langsung ludes dalam hitungan jam karena banyaknya permintaan yang menumpuk.


Tak hanya di SPBU, pedagang BBM eceran di pinggir jalan juga mulai kehabisan stok, sehingga warga benar-benar kesulitan mendapatkan alternatif.



Salah satu warga Air Tiris, Rudi (34), mengaku sudah berkeliling ke tiga SPBU namun hasilnya nihil.


"Sudah dari pagi tadi saya cari minyak. Di Bangkinang kosong, lari ke Air Tiris antreannya sudah seperti ular. Kita rakyat kecil susah kalau begini terus, mau kerja saja harus pusing mikir minyak," keluhnya.


Hal senada juga diungkapkan oleh para sopir truk logistik yang terpaksa memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan sambil menunggu kepastian pasokan Solar.


Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Kampar dan pihak Pertamina segera turun tangan untuk mengecek penyebab kelangkaan ini, apakah murni karena keterlambatan distribusi atau adanya kendala teknis lainnya. 



Warga meminta agar kuota pengiriman ditambah sementara waktu guna mengurai antrean yang kian membludak. 


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU setempat mengenai kapan distribusi akan kembali normal sepenuhnya.***(AR). 
Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama