Jalan Kampar Utara Bak Kolam Ikan, Pemerintah Masih Tutup Mata?



Kampar, (potretperistiwa.com) - Kondisi infrastruktur jalan di beberapa Desa di wilayah Kampar Utara kian memprihatinkan. Alih-alih mendapatkan aspal yang mulus, warga setempat justru harus mengelus dada setiap kali melintasi jalur utama mereka yang kini kondisinya sudah menyerupai deretan kolam ikan.


Berdasarkan pantauan di lapangan, lubang-lubang besar berdiameter satu hingga dua meter dengan kedalaman mencapai 20-30 sentimeter tampak menghiasi sepanjang jalan. Situasi kian memburuk saat hujan deras mengguyur; lubang-lubang tersebut tergenang air keruh dan lumpur, menyembunyikan "jebakan batman" yang siap mengancam keselamatan para pengendara.


Keluhan demi keluhan terus disuarakan oleh masyarakat yang setiap hari terpaksa bertaruh nyawa melewati jalur tersebut. Salah seorang warga setempat, Roni (30), mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap sikap lamban pihak berwenang.


"Kalau hujan, jalan ini sudah tidak ada bedanya dengan kolam ikan. Sudah sering pengendara motor jatuh di sini, terutama ibu-ibu dan anak sekolah. Kami merasa seperti dianaktirikan. Pajak selalu bayar tepat waktu, tapi fasilitas jalan rusak bertahun-tahun dibiarkan saja," keluh Roni dengan nada kesal, Selasa (23/6).


Hal senada juga disampaikan oleh para sopir angkutan komoditas lokal. Kerusakan jalan ini otomatis menghambat perputaran ekonomi warga. Waktu tempuh yang biasanya hanya memakan waktu 15 menit, kini membengkak menjadi hampir 40 menit karena kendaraan harus merayap menghindari lubang. Selain itu, biaya perawatan kendaraan pun membengkak akibat kaki-kaki mobil yang cepat rusak.


Meski kondisi ini sudah berlangsung lama dan kerap dikeluhkan, hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan nyata dari dinas terkait. Janji-janji manis yang sempat terlontar saat masa kampanye lalu seolah menguap begitu saja. Pemerintah daerah dinilai masih menutup mata dan telinga atas penderitaan warga Kampar Utara.


Warga menilai, tindakan respons cepat dari pemerintah sangat dinanti sebelum jalur ini benar-benar terputus total atau memakan korban jiwa yang lebih banyak.


Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum daerah setempat belum memberikan respons resmi terkait tuntutan dan keluhan warga Kampar Utara tersebut.***(RL). 


Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama