Dua Hari Pencarian di Aliran Sungai, Remaja 17 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia
Kuantan Singingi, (potretperistiwa.com) – Upaya tanpa kenal lelah Tim SAR Gabungan di tengah hiruk-pikuk helat Pacu Jalur akhirnya membuah hasil duka. Setelah dua hari menyisir derasnya arus Sungai Kuantan, remaja berusia 17 tahun berinisial AF, warga Desa Jake, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (21/8/2026) sore.
Tragedi bermula pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 16.10 WIB. Saat asyik berenang bersama rekan-rekannya, AF mendadak terseret arus sungai yang deras dan menghilang dalam hitungan detik. Kepanikan melanda lokasi kejadian, hingga laporan resmi masuk ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Pekanbaru hanya beberapa menit berselang.
Kamis, 20 Agustus 2026 (16.15 WIB), Menerima laporan darurat, personel yang tengah bersiaga dalam Siaga SAR Khusus Pacu Jalur langsung dikerahkan ke titik lokasi kejadian untuk melakukan penyelaman dan penyisiran awal.
Jumat, 21 Agustus 2026 (Pagi - Siang), Operasi pencarian diperluas. Tim SAR Gabungan membagi regu untuk menyisir aliran Sungai Kuantan ke arah hilir sesuai perhitungan peta rencana operasi.
Jumat, 21 Agustus 2026 (17.30 WIB), Perjuangan tim membuahkan hasil. Jasad korban berhasil ditemukan mengapung sejauh 800 meter ke arah hilir dari titik awal hilang.
"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 800 meter dari lokasi awal tenggelam," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, Jumat malam.
Isak tangis tak terbendung saat jasad korban dievakuasi dari sungai menuju RSUD Teluk Kuantan untuk penanganan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya AF, Operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur gabungan dikembalikan ke kesatuan masing-masing.****(RV).

Posting Komentar