Puluhan Wali Murid Datangi SDN 017 Desa Kualu Durian Tandang, Tuntut Kepsek Dicopot
Kampar, (potretperistiwa.com) - Suasana di SDN 017 Dusun 3 Desa Durian Tandang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, mendadak memanas pada Jumat (4/9/2026). Puluhan wali murid mendatangi sekolah untuk menggelar aksi protes dan menuntut pemakzulan Kepala SDN 017, Angri Septari, S.Pd. Massa mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar segera memberhentikan atau memindahkan yang bersangkutan dari posisinya.
Kekecewaan para wali murid dipicu oleh serangkaian persoalan laten yang tak kunjung diselesaikan selama kepemimpinan Angri Septari. Kepala sekolah dinilai sering bolos kerja, yang berdampak langsung pada terlantarnya sarana dan prasarana pendidikan.
Kondisi fisik sekolah saat ini digambarkan sangat memprihatinkan dan tidak layak pakai. Atap bangunan mengalami kebocoran parah dan berlubang, sementara fasilitas belajar seperti meja dan kursi dalam kondisi rusak berat. Bahkan, akibat minimnya ruang kelas, siswa kelas II dan III terpaksa disatukan dalam satu ruangan yang hanya dipisahkan sekat tripleks seadanya.
Pengakuan Bendahara dan Isu Rangkap Jabatan
Dugaan penyimpangan makin menguat setelah Bendahara SDN 017 membeberkan fakta mengejutkan kepada awak media. Sang bendahara mengaku sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan anggaran maupun kegiatan sekolah.
"Saya tidak tahu dana BOS atau PIP itu digunakan untuk apa. Karena dalam kegiatan apa pun, kami tidak dilibatkan. Tugas saya hanya mengambil dana BOS untuk kemudian diserahkan kepada kepala sekolah," ungkapnya.
Di sisi lain, massa aksi menyoroti dugaan rangkap jabatan yang dilakoni Angri Septari. Ia disebut-sebut juga mengemban tugas sebagai Pejabat Sementara (Pj) Kepala Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang. Rangkap jabatan ini disinyalir menjadi akar penyebab kelalaian dan tidak terurusnya manajemen sekolah.
"Kami berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar turun melakukan cek dan ricek ke sekolah ini serta mengindahkan tuntutan wali murid. Kami sudah tidak mau lagi menerima kepala sekolah tersebut karena menurut kami sekolah ini tidak terurus," tegas salah satu wali murid di lokasi aksi.
Jeritan Guru Honorer: Honor Rp100 Ribu Menunggak 7 Bulan
Tak hanya wali murid dan bendahara, penderitaan juga dialami tenaga pengajar. Sekitar 10 orang guru honorer di SDN 017 mengaku belum menerima honor sejak Februari 2026 hingga awal September 2026 ini. Ironisnya, honor yang menjadi hak mereka hanya berkisar Rp100 ribu per bulan, namun pembayarannya tetap tertahan selama tujuh bulan berturut-turut.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya memintai konfirmasi serta hak jawab dari Kepala SDN 017 Angri Septari, S.Pd., maupun pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar guna mengklarifikasi seluruh tuduhan dan memverifikasi tata kelola dana BOS serta PIP di sekolah tersebut.***(SP)

Posting Komentar