Advertorial : Janda Tua dan Fakir Miskin Jadi Prioritas Pembangunan Pemkab Pelalawan TA 2023

Keterangan Foto: Bupati Pelalawan H.Zukri Misran Dan Wakil Bupati Pelalawan H.Nasarudin.SH.MH



 ADVERTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN PELALAWAN


Pelalawan, (Potreperistiwa.com) - Tahun Anggaran (TA) 2023 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD 2021-2026 di era kepemimpinan Bupati H Zukri dan Wakil Bupati Pelalawan H Nasarudin, SH, MH.


Pemkab Pelalawan telah menyusun Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) KUA-PPAS, Tahun Anggaran 2023 ke DPRD Pelalawan untuk dibahas dan digodok menjadi RAPBD.

Keterangan Foto: Bupati H.Zukri  Dalam  Sambutan nya Dalam Pelaksanaan RPJMD

Usulan KUA-PPAS ini disampaikan Wakil Bupati Pelalawan H Nasarudin, SH, MH dalam rapat paripurna DPRD Pelalawan, beberapa hari lalu. Pada kesempatan itu Wakil Bupati menyampaikan bahwa rincian proyeksi pendapatan belanja dan pembiayaan APBD TA 2023.


Pertama pendapatan daerah saat ini diestimasi sebesar, Rp 1.317.856.704.000. Jika dibandingkan dengan tahun anggaran 2022 ditargetkan Rp 1.305.557.954.000 naik sebesar Rp 12.799.005.000 atau naik 0,9 persen. Pendapatan daerah terdiri dari PAD sebesar, Rp 217.576.130.000, pendapatan transfer sebesar Rp 1.100.279.654.000.


Kedua adalah belanja tahun anggaran 2023, di estimasi, 1.742.207.821.495 jika dibandingkan pada tahun 2022, ditargetkan Rp 1.624.622.924.325 naik sebesar Rp 117.584.890.140 atau 6,7 persen.

Keterangan Foto: Sambutan Wabup Pelalawan Nasarudin.SH.MH Dalam  Pelaksanaan RPJMD

Ketiga pembiayaan daerah, diestimasi sebesar, Rp 424.352.370.465 yang berasal dari penghematan belanja pelampauan estimasi pendapatan dana DBH-DR. Penghematan dan pelampauan pembiayaan netto daerah jika dibandingkan dengan pembiayaan tahun 2022 yang ditargetkan sebesar Rp 319.565.270.325 naik sebesar Rp 104.786.767.140 atau 24,6 persen.


Ketiga pembiayaan daerah, diestimasi sebesar, Rp 424.352.370.465 yang berasal dari penghematan belanja pelampauan estimasi pendapatan dana DBH-DR. Penghematan dan pelampauan pembiayaan netto daerah jika dibandingkan dengan pembiayaan tahun 2022 yang ditargetkan sebesar Rp 319.565.270.325 naik sebesar Rp 104.786.767.140 atau 24,6 persen.


Dengan demikian total penerimaan daerah yang merupakan pendapatan daerah ditambah pembiayaan netto daerah menjadi APBD Pelalawan tahun anggaran 2023, pada KUA-PPAS ini diperkirakan sebesar Rp 1.742.207.821.465, bila dibandingkan dengan APBD 2022, sebesar Rp 1.624.622.924.325 terjadi kenaikan sebesar Rp 117.584.890.140 atau 6,75 persen.


Menurut Wabup Nasarudin diantara prioritas pembangunan tahun 2023 adalah, pertama bantuan kepada janda tua, fakir miskin dan penyandang disabilitas.

*
Keterangan Foto: Bupati Dan Wakil Bupati Pelalawan foto Bersama Dengan Forkompinda Usai RPJMD


Kedua, beasiswa kepada anak yang berprestasi anak yatim anak yang kurang mampu melanjutkan kepada jurusan-jurusan tertentu. 


Prioritas ketiga adalah memberikan bantuan kepada tempat-tempat ibadah serta memberikan intensif kepada imam, gharim serta tokoh agama lain dan aparatur desa.


Keempat, peningkatan dan pemerataan pembangunan insfratruktur serta peningkatan pembangunan jalan dan jembatan bagi penghubung antar desa dan kecamatan, penanganan banjir, penataan kota Pangkalan Kerinci, pengolahan persampahan dan dermaga.


Prioritas kelima adalah penanganan insfratruktur di Pulau Mendol, Serapung dan kawasan lintas Bono dengan pendekatan khusus.


Keenam, peningkatan sarana dan prasarana sekolah Paud, SD dan SMP. Ketujuh, melanjutkan persiapan pembangunan rumah sakit Pelalawan Selatan dan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di desa-desa, lintas Bono dan pesisir.


Kedelapan, peningkatan pelayanan kependudukan dengan pelayanan keliling. Kesembilan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata unggulan daerah dan infrastruktur olahraga. 

Keterangan Foto: Kebersamaan Bupati H.Zukri Bersama Masyarakat Pelalawan


Kesepuluh, terkait pengembangan budaya dilakukan dengan kearifan melibatkan kreativitas muda memfasilitasi aktivitas istana dan kesultanan Pelalawan dengan memberikan insentif bagi pemangku adat. Kesebelas, pengembangan pertanian dan perkebunan melalui pemberian stimulan pupuk kepada petani menyangkut estate dan kawasan pertanian bantuan bibit dan replanting sawit. 


Kedua belas, pengembangan UMKM melalui pemberian bantuan modal dalam rangka start-up maupun scale-up.


Ketiga belas yakni pengembangan budaya perikanan, seperti patin, udang gala dan udang pendame dan lain-lain.


Keempat belas, dalam rangka penguatan tata kelola dan pelayanan publik, selain peningkatan SDM ASN juga perbaikan manajemen data berupa 'one big' data perencanaan serta aplikasi klik Pelalawan sebagai media pelayanan masyarakat.***(WT.PUTERI / ADVERTORIAL)

Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama