Terpapar Penyakit Septicaemia Epizootia ? Peternak Kerbau di Desa Sawah Merugi



Kampar Utara, (Potretperistiwa.com) -  Peternak kerbau asal Desa Sawah Kecamatan Kampar Utara Kabupaten Kampar-Riau,harus ikhlas dan merugi karena seluruh hewan ternak kerbau miliknya diduga terpapar penyakit septicaemia Epizootia (SE) Rabu (19/4/2023).


Sebagian kerbaunya sudah dijual dengan harga yang sangat murah mulai dari harga kisaran Rp 8 juta hingga Rp 15 juta per ekornya. Padahal dalam kondisi normal kerbau tersebut dapat dijual dengan harga Rp 14 juta hingga Rp 23 juta.


Hewan ternak ini  terpaksa dijual karena penyakit Septicaemia Epizootia (SE) semakin meluas, bahkan ada beberapa ekor kerbau yang sudah mati.


pantauan Media ini di lapangan untuk mengurangi kerugian  lebih besar lagi para peternak keseluruhan sudah menjual kerbau nya lebih kurang 30 Ekor dalam kurun waktu 2 Hari.


Sebelum nya Peternak sudah melaporkan kondisi ini  kepada Petugas Teknis peternakan  Setempat dan meminta  agar kerbau-kerbaunya segera diobati.


Menindaklanjuti laporan Masyarakat tersebut Petugas Teknis lapangan langsung turun Ke lokasi dan melakukan upaya pencegahan agar penyebaran penyakit ngorok tersebut bisa diminimalisir sedini mungkin. Ada pun langkah-langkah yang dilakukan adalah memisah kan hewan yang sudah terkontaminasi dengan kawanan yang masih sehat. Setelah itu dilakukan nya suntik antibiotik serta vitamin guna untuk daya tahan tubuh hewan.


Sebagian peternak juga mencoba memberikan ramuan obat tradisional berharap hewan ternak mereka bisa sembuh dari  penyakit ngorok.


” Segala upaya sudah kami lakukan mudahan  Pemerintah juga tanggap dengan Informasi ini ” pungkas salah satu peternak kerbau.***(Zulhermis).

Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama