Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, mengonfirmasi bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Berbeda dengan insiden serupa yang pernah terjadi di Indragiri Hilir, ledakan kali ini tidak memicu kobaran api.
"Saat peristiwa berlangsung, kondisi cuaca di lokasi sedang hujan. Ledakan diduga kuat disebabkan oleh adanya kebocoran pada pipa gas tersebut," ujar Fahrian dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/1).
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, dentuman keras yang dihasilkan menyebabkan material tanah terlempar dan menghantam bangunan di sekitar lokasi.
Berikut adalah poin-poin utama dampak ledakan: Kerusakan Rumah: Sebanyak 5 unit rumah terdampak, yakni milik Ahmad Hojali, Supriyanto, Aan, Adi, dan Edi Tamsil. Kondisi Terparah: Rumah milik Ahmad Hojali dilaporkan mengalami kerusakan paling signifikan karena posisinya yang sangat dekat dengan titik ledak. Kondisi Geografis: Akibat ledakan, terbentuk lubang yang cukup besar dan dalam di area pipa yang tertanam.
Pihak PT TGI segera mengambil langkah darurat dengan menutup aliran gas sesaat setelah kejadian untuk mencegah dampak yang lebih luas. Saat ini, petugas dari Polres Inhu dan Polsek Rengat Barat telah berada di lokasi untuk pengamanan.
"Pihak perusahaan sedang melakukan perbaikan dan sudah berkoordinasi dengan warga terdampak. Mereka duduk bersama untuk membahas proses penyelesaian dan ganti rugi," pungkas AKBP Fahrian.***(RL).

Posting Komentar