Jaga Stabilitas Harga Saat Ramadhan, Pemkab Kampar Gelar GPM di Sembilan Titik


Kampar, (potretperistiwa.com) -
Saat Bulansuci Ramadhan 1447 H / 2026 M, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Ketahanan Pangan mengambil langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat. Langkah nyata tersebut diwujudkan dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Kampar.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar, Dr. Yuli Usman, menyatakan bahwa program ini merupakan instruksi langsung guna memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.


”Atas nama Bupati Kampar, Bapak Ahmad Yuzar, S.Sos., MT., kami sampaikan bahwa GPM ini adalah urusan prioritas. Ini sejalan dengan arahan Presiden RI untuk memastikan pasokan pangan tetap terjaga, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)," ujar Yuli Usman saat ditemui di Bangkinang, Jumat (27/02).


Dalam pelaksanaannya, Pemkab Kampar tidak bergerak sendiri. GPM kali ini melibatkan berbagai pihak mulai dari Bulog Kampar sebagai penyedia stok utama, Pengusaha dan Petani Lokal untuk menyerap hasil bumi daerah dan Aparat Kecamatan serta Desa sebagai fasilitator di lapangan.


Kabid Distribusi, Cadangan, dan Harga Pangan, Hery Juswadi, SE, menjelaskan bahwa total ada sembilan lokasi yang menjadi sasaran program ini. Hingga saat ini, kegiatan telah sukses terlaksana di tiga wilayah awal.


"Alhamdulillah, GPM sudah kami laksanakan di Kecamatan Bangkinang, Kuok, dan Perhentian Raja. Selanjutnya, kami akan menyisir lokasi lain seperti Tapung, Siak Hulu, dan wilayah Kampar lainnya sesuai jadwal yang ditetapkan," terang Hery.


Masyarakat menyambut antusias kehadiran pasar murah ini karena menyediakan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar. Beberapa komoditas yang menjadi primadona antara lain: Beras SPHP, Minyak, Gula dan Telur Ayam serta bumbu dapur seperti Cabe Merah, Bawang Merah dan Bawang Putih. 

"Masyarakat sangat antusias. Tujuan utama kami adalah menstabilkan pasokan dan harga agar warga dapat beribadah di bulan Ramadhan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga pangan," tutup Hery.***(Adv/Asril). 

Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama