Pekanbaru, (potretperistiwa.com) – Gebrakan inovasi yang diusung pasangan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, dan Wakil Wali Kota, Markarius Anwar, membuahkan hasil gemilang. Dalam kurun waktu satu tahun kepemimpinan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berhasil mencatatkan rekor Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi sepanjang sejarah kota ini.
Pada tahun 2025, PAD Pekanbaru dari sektor pajak menembus angka fantastis Rp1,2 triliun. Capaian ini melompat jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata hanya menyentuh angka maksimal Rp800 miliar.
Keberhasilan ini bukan tanpa alasan. Wali Kota Agung Nugroho menerapkan strategi "jemput bola" dengan memberikan kemudahan dan insentif bagi warga.
Terobosan pemberian diskon Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) justru memicu antusiasme masyarakat untuk membayar pajak lebih awal.
Agung menginstruksikan DPMPTSP untuk memangkas birokrasi. Salah satunya mempercepat pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Hasilnya, pengurusan izin meningkat tajam dan mendongkrak retribusi daerah.
Kenaikan signifikan juga terjadi pada pajak opsen, reklame, hotel, dan restoran.
"PAD kita mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Jika dibandingkan periode yang sama, di tahun 2025 naik drastis dari Rp800-an miliar menjadi Rp1,2 triliun," ujar Agung Nugroho, Kamis (30/4/2026).
Selain kebijakan diskon, Agung menekankan bahwa kunci utama keberhasilan ini adalah Digitalisasi Pajak. Penerapan sistem berbasis elektronik dan monitoring real-time menutup celah kebocoran pajak serta memperketat pengawasan wajib pajak secara intensif.
Efek positif dari tata kelola keuangan yang transparan ini juga dirasakan langsung oleh pegawai. Pemko Pekanbaru sukses membayar penuh Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN sebagai apresiasi atas peningkatan kinerja. Bahkan, hutang masa lalu Pemko yang mencapai ratusan miliar rupiah berhasil diselesaikan di bawah kendalinya.
Agung Nugroho menegaskan bahwa setiap rupiah pajak yang dibayarkan rakyat harus kembali ke rakyat dalam bentuk pembangunan fisik dan sosial.
"Pajak-pajak yang dibayarkan wajib dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya dengan perbaikan ruas jalan dan fasilitas umum yang selama ini dikeluhkan," tegas Agung.
Dengan pengaspalan jalan yang melampaui target hingga dua kali lipat, kepemimpinan Agung-Markarius membuktikan bahwa dengan inovasi dan transparansi, kemajuan kota dapat diakselerasi dalam waktu singkat. ****(RL).

Posting Komentar