Suasana akademik yang biasanya dipenuhi persiapan mental untuk Seminar Proposal (Sempro) seketika pecah oleh teriakan histeris. Sekitar pukul 07.30 WIB, korban F sedang bersiap menghadapi ujian penting dalam perjalanan akademiknya. Namun, maut justru mengintai di balik pintu ruang sidang.
Pelaku RM, yang merupakan rekan satu angkatan korban di Jurusan Ilmu Hukum (2022), dilaporkan telah berada di lokasi dengan membawa senjata tajam yang disembunyikan. Tanpa basa-basi, RM melayangkan serangan yang mengenai bagian kening dan tangan korban, meninggalkan jejak darah di lantai gedung kebanggaan Fakultas Syari’ah tersebut.
Dugaan sementara yang beredar di kalangan mahasiswa menyebutkan bahwa aksi nekat pria asal Muara Uwai, Bangkinang ini dilatarbelakangi oleh api cemburu dan sakit hati. Hubungan asmara yang telah berakhir tampaknya tidak bisa diterima dengan lapang dada oleh pelaku.
"Keduanya pernah pacaran. Informasinya, pelaku kesal setelah mereka putus," ungkap salah seorang rekan mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.
Beruntung, nyawa korban masih dapat diselamatkan. F segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan jahitan dan perawatan intensif akibat luka robek yang dideritanya. Sementara itu, pihak kampus UIN Suska Riau kini tengah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memproses status hukum RM.
Kejadian ini menyisakan trauma mendalam bagi para mahasiswa yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut. Kini, gedung tempat kejadian perkara (TKP) telah dipasang garis polisi, sementara civitas akademika menuntut adanya evaluasi total terhadap sistem keamanan kampus yang kebobolan senjata tajam.****

Posting Komentar