Kampar, (potretperistiwa.com) – Dunia pendidikan di Kabupaten Kampar tengah dihebohkan dengan dugaan penyerobotan lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau oleh Pemerintah Desa Koto Tibun. Lahan yang sedianya merupakan lapangan sepak bola milik SMAN 2 Kampar tersebut dikabarkan mulai dibangun gedung koperasi oleh pihak desa, yang memicu penolakan keras dari pihak sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan gedung koperasi tersebut dilakukan di atas area yang selama ini digunakan oleh siswa SMAN 2 Kampar untuk kegiatan olahraga. Pihak sekolah menyayangkan langkah pemerintah desa yang dinilai tidak berkoordinasi dan terkesan memaksakan pembangunan di atas aset yang bukan milik desa.
Pihak SMAN 2 Kampar secara tegas menyatakan menolak aktivitas pembangunan tersebut. Keberadaan gedung di area lapangan bola dianggap mengganggu fasilitas belajar-mengajar dan melanggar status kepemilikan aset daerah.
Kepala Sekolah Koordinasi ke Provinsi
Kepala Sekolah SMAN 2 Kampar Syaiful Afrizon ketika dihubungi oleh Pewarta membenarkan adanya polemik tersebut. Saat dikonfirmasi, ia menyatakan bahwa pihaknya sedang menempuh jalur birokrasi untuk menyelesaikan masalah ini.
””Kami sudah mengetahui hal tersebut. Saat ini, kami sedang melakukan koordinasi intensif dengan pimpinan," ujar Kepala Sekolah SMAN 2 Kampar.
Sementara itu Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Koto Tibun belum dapat dihubungi untuk memberikan keterangan terkait dasar pembangunan gedung koperasi di lahan tersebut.
Situasi di lapangan saat ini dilaporkan dalam keadaan mencekam. Dimanapara siswa SMAN 2 Kampar menanggapi masuknya material bangunan dan dimulainya aktivitas konstruksi di lapangan sekolah, Ratusan siswa SMAN 2 Kampar melakukan aksi protes. Mereka membawa poster penolakan dan meminta agar area olahraga mereka tidak diganggu gugat.
Para siswa mengeluhkan berkurangnya fasilitas olahraga jika pembangunan tetap dilanjutkan.
"Ini satu-satunya lapangan kami untuk bola kaki dan olahraga lainnya. Kami menolak pembangunan gedung di lahan sekolah," Pungkas salah satu siswa dalam aksinya.


Posting Komentar