Jaga Daya Beli Masyarakat, Ketua TP PKK Kampar Tinjau Gerakan Pangan Murah di Buluh Cina


Kampar, (potretperistiwa.com) -
Dalam upaya nyata menjaga stabilitas harga dan memastikan ketahanan pangan keluarga, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kampar, Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Selasa (3/3/2026).


Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara TP PKK Kabupaten Kampar dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar. Program ini dirancang sebagai intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tingkat desa melalui penyediaan bahan pokok dengan harga di bawah pasar.


Dalam kunjungannya, Tengku Nurheryani menegaskan bahwa peran PKK saat ini jauh lebih luas. Tidak hanya fokus pada pemberdayaan perempuan, tetapi juga terlibat aktif dalam isu-isu ekonomi krusial seperti ketahanan pangan.


”Kami hadir di Desa Buluh Cina untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Kolaborasi ini adalah langkah konkret kami untuk membantu menekan angka inflasi di Kabupaten Kampar," ujar Tengku Nurheryani di sela-sela peninjauan stan.


Ratusan warga Desa Buluh Cina telah memadati lokasi sejak pagi hari untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga subsidi atau distributor. Beberapa komoditas yang disediakan antara lain tersedia beras jenis SPHP dan Beras Premium, minyak goreng kemasan, gula pasir, dan telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, dan cabai merah serta aneka sayuran segar hasil panen petani lokal Kampar.


Selain meninjau stok pangan, Tengku Nurheryani memanfaatkan momentum tersebut untuk berdialog langsung dengan para ibu rumah tangga. Ia menekankan pentingnya pengelolaan konsumsi pangan keluarga yang memenuhi kriteria B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman). 


Menurutnya, efisiensi belanja harus dibarengi dengan pengetahuan gizi yang baik agar kesehatan keluarga tetap terjaga meski di tengah fluktuasi harga global.


"Harapan kami, program ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi bisa menjangkau desa-desa lain yang membutuhkan intervensi serupa. Stabilitas harga adalah kunci kesejahteraan keluarga," pungkasnya menutup kunjungan tersebut.***(Adv/Asril). 

Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama